MAKALAH ANALISIS TRIMETILAMIN DAN TOTAL VOLATILE BASE PADA IKAN DAN PRODUK IKAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Permasalahan yang dihadapi saat ini yang berkaitan dengan pengujian tingkat kesegaran dengan metode konvensional, misalnya melalui uji organoleptik adalah sulitnya mencari orang yang dapat melakukannya dengan baik. Sehubungan dengan kesulitan yang dialami tersebut maka telah dikembangkan instrumen pengukur tingkat kesegaran ikan (fish freshness instrument, FFI) sebagai alternatif pengujian kesegaran ikan berdasarkan metode akustik (Jaya dan Rakhmat, 2004). Melalui metode akustik, deteksi yang dilakukan dengan FFI diharapkan dapat bersifat obyektif, konsisten dan praktis. Pengukuran kesegaran ikan ini dilakukan menggunakan sensor ultrasonik  (sensor suara berfrekuensi tinggi) untuk mengetahui kondisi atau karakteristik pantulan suara terhadap target yang diamati, dalam hal ini ikan. Pendekatan metode akustik menggunakan pulsa gelombang suara yang dipancarkan dan diterima oleh transduser. Metode ini merupakan metode yang bersifat tidak merusak, tidak menyentuh obyek secara langsung dan penerapannya bersifat praktis (Erika dan Brimelow, 2001).

Mekanisme cara kerja FFI adalah dengan menembakkan pulsa ke  permukaan tubuh ikan yang mengirimkan pulsa suara (sound transmitter) ke obyek sampel ikan melalui medium, kemudian obyek akan memantulkan kembali sinyal pulsa dan akan diterima oleh penerima pulsa suara (sound receiver) pada transduser.  Variasi tingkat penerimaan (pantulan) pulsa ini nantinya yang akan dikorelasikan dengan tingkat kesegaran ikan. Alasalvar dan Taylor (2002) menyatakan bahwa ada 2 metode umum yang tersedia untuk memperkirakan kesegaran dan kualitas ikan, yaitu sensor dan nirsensor. Metode sensor tergantung pada indera manusia dengan pengecualian yaitu pendengaran dan digunakan dalam industri perikanan untuk menilai kualitas dengan penglihatan, peraba atau sentuhan (tekstur), bau, dan rasa.

Metode nir-sensor adalah metode obyektif yang digunakan untuk menentukan kesegaran ikan dan kualitas ikan yang termasuk dalam metode lain, yaitu komposisi adenosin trifosfat (ATP) dan nilai-nilai yang berkaitan, trimetilamin (TMA),  total volatile base (TVB), biogenik amin, total plate count (TPC), teknik analitik yang tidak bergantung pada indera manusia untuk evaluasi tetapi dihasilkan oleh metode instrumen dan laboratorium tidak ada evaluasi subyektif yang dibutuhkan dalam bagian tersebut dari seseorang yang mengadakan uji tersebut. Ketika metode nir-sensor digunakan untuk menaksir kualitas ikan, evaluasi sensor harus diadakan untuk meyakinkan bahwa hasil-hasil tersebut menunjukkan persetujuan yang baik dengan metode obyektif. Mutu suatu komoditas didefinisikan sebagai kelompok sifat atau faktor pada komoditas yang membedakan tingkat pemuas atau daya terima dari komoditas tersebut bagi konsumen (Soekarto, 1990).  Sesaat setelah ikan mati maka ikan  mulai mengalami proses penurunan mutu atau  deteriorasi, yang disebabkan oleh tiga macam kegiatan, yaitu autolisis, kimiawi, dan bakterial (Ilyas, 1983).

Junianto (2003) menyatakan bahwa setelah ikan mati, berbagai proses perubahan fisika, kimia, dan organoleptik berlangsung dengan cepat yang akhirnya mengarah ke pembusukan,  dengan urutan proses perubahan yang terjadi meliputi perubahan pre rigor, rigor mortis, aktivitas enzim, aktivitas mikroba dan oksidasi. Secara umum  peristiwa  rigor  mortis terdiri dari tiga tahap yaitu  prerigor,  rigor  mortis dan  post  rigor. Penentuan tingkat kesegaran ikan dapat dilakukan melalui parameter fisika, sensorik atau organoleptik, kimia, maupun mikrobiologi. Menurut Hadiwiyanto (1993) ada tujuh parameter fisik yang menandakan kesegaran ikan, yaitu  penampakan luar, kelenturan daging ikan, keadaan mata, keadaan daging ikan, keadaan insang dan sisik, keadaan ruas badan atau ruas kaki. Selanjutnya, tahap-tahap perubahan yang terjadi setelah ikan mati dapat dibagi menjadi tiga fase menurut tingkat kesegarannya, yaitu fase pre rigor, rigor mortis  dan  post rigor. Dalam makalah ini diuraikan upaya introduksi metode akustik dalam pengukuran tingkat kesegara ikan dengan mengacu pada metode konvensional yang umum dilakukan selama ini, yaitu TVB, TPC, pH dan organoleptik.

1.2       Tujuan Pembuatan Makalah

Makalah ini dibuat dengan tujuan:

  1. Untuk memenuhi tugas Analisis Pangan.
  2. Untuk mengetahui penyebab bau amis yang ditimbulkan oleh Ikan dan Produk Ikan
  3. Untuk mengetahui analisis Total volatile base dan Trimetilamin pada Ikan dan Produk Ikan.

BAB II

ISI


2.1       Trietilamin

Trimetilamina adalah senyawa organik dengan rumus N (CH3)3. Senyawa ini tak berwarna, higroskopik, dan mudah terbakar dimana amina tersier memiliki bau “kuat amis” rendah konsentrasi dan amonia seperti bau pada konsentrasi yang lebih tinggi. Ini adalah gas pada suhu kamar, namun biasanya dijual di bertekanan tabung gas atau sebagai 40% larutan dalam air. Trimetilamina merupakan produk dari dekomposisi tumbuhan dan hewan. Ini adalah substansi terutama bertanggung jawab untuk bau yang sering dikaitkan dengan fouling ikan, beberapa infeksi, dan bau mulut. Hal ini juga terkait dengan mengambil dosis besar kolin dan karnitin.

Trimetilamina adalah dasar nitrogen dan dapat mudah terprotonasi untuk memberikan kation trimethylammonium. Trimethylammonium Klorida adalah senyawa higroskopis tak berwarna berwujud solid dibuat dari asam klorida. Trimetilamina adalah barang nukleofil, dan reaksi ini adalah dasar dari sebagian besar aplikasi tersebut. Berikut merupakan srtruktur dari trietilamin :

Trimetilamina disusun oleh reaksi amonia dan metanol menggunakan katalis:

3 CH3OH + NH 3 → (CH3)3N + 3H2O

Reaksi ini coproduces yang methylamines lain, dimetilamin (CH3) 2NH dan metilamina CH3NH 2. Trimetilamina juga telah disiapkan melalui reaksi amonium klorida dan paraformaldehyde, menurut persamaan berikut:

9 (CH 2 =O) n + 2n NH 4 Cl → 2n (CH 3 ) 3 N•HCl + 3n H 2 O + 3n CO 2

Pada aplikasinya trimetilamina digunakan dalam sintesis kolin, hidroksida tetramethylammonium, pengatur pertumbuhan tanaman, sangat dasar resin pertukaran anion, dan pewarna agen meratakan. Gas sensor untuk menguji kesegaran ikan mendeteksi trimetilamina.

2.2       Total Volatile Base

Total volatile bases (TVB) atau disebut juga basa yang mudah menguap terbentuk dalam otot jaringan ikan yang sebagian besar terdiri dari amonia, trimethylamine (TMA) dan dimethylamine (DMA) yang kadarnya berbeda-beda antara jenis ikan bahkan dalam suatu jenis ikan yang sama. Keadaan dan jumlah kadar TVB tergantung kepada mutu kesegaran ikan, makin mundur mutu ikan kadar TVB akan meningkat jumlahnya. Kenaikan kadar TVB terutama disebabkan oleh aksi bakteri, terbukti dari adanya persesuaian dalam peningkatan jumlah bakteri sehingga dapat dipakai untuk mengikuti derajat pembusukan ikan. Dalam ikan yang amat segar, fraksi TVB kecil kadarnya dan hampir seluruhnya terdiri dari amonia. Tetapi kalau ikan mulai membusuk, terjadi banyak perubahan-perubahan dalam sifat maupun dalam kadar dari fraksi TVB dalam daging  ikan. (Yunizal dkk, 1998).

TVB merupakan hasil dekomposisi protein oleh aktivitas bakteri dan enzim. Pemecahan protein dapat menghasilkan 95 % amonia dan CO2, disamping itu akibat langsung pemecahan protein menjadi total N non-protein tubuh ikan menjadi basis dengan pH 7,1 – 7,2. Hasil pemecahan protein bersifat volatil dan menimbulkan bau busuk seperti amonia, H2S, merkaptan, phenol, kresol, indol dan skatol (Aurand, dkk. 1987). Pada uji kimiawi, ditentukan secara laboratoris kadar senyawa yang terdapat
pada ikan atau produk olahannya. Senyawa itu terbentuk sebagai hasil
perubahan kimiawi dari senyawa-senyawa yang terdapat pada ikan seperti
dari senyawa yang mengandung nitrogen terbentuk senyawa basa volatil
yang keseluruhannya dinyatakan sebagai Total Volatile Bases (TVB).

Penetapan TVB sudah meluas digunakan dan  berkorelasi cukup baik dengan perubahan sensori selama penurunan mutu atau pembusukan. Pengujiannya cukup mudah, murah dan relatif cepat. Keberatan yang utama adalah contoh dihancurkan, kondisi volatilisasi harus distandarkan atau dispesifikasi dengan tepat. Kadar TVB hanya meningkat secara lambat selama penyimpanan dingin pada suhu antara 00C sampai -10C pada kebanyakan ikan air tawar, teristimewa karena rendah atau tiadanya kandungan Trimethylamine oksida (TMAO) pada ikan air tawar (Sofyan Ilyas,1988).

TVB digunakan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kesegaran ikan dan
sebagai batasan yang layak untuk dikonsumsi. Ikan benar-benar telah
busuk ketika kadar TVB nya melebihi 30 mg-N/100 gram (Connell, 1975 dan Oehlenschlager, 1992). Tingkat kebusukan ikan ini juga bisa dideteksi dengan penilaian secara sensori. Pada ikan yang dibekukan, hasil uji TVB nya tidak selalu konsisten karena hilangnya amina volatile dari ikan yang disimpan dalam es. Keragaman TVB berasal dari variasi biologis dalam kandungan prekursornya. Uji TVB ini diterapkan pada produk ikan basah, ikan kering dan ikan asap,
tetapi sedikit diterapkan pada ikan beku (Sofyan Ilyas, 1988).

Tanda-tanda ikan segar bermutu tinggi adalah sebagai
berikut (Sofyan Ilyas, 1988) :

  1. Mata
    Cemerlang, kornea bening, pupil hitam, dan mata cembung.
  2. Insang
    Warna merah sampai merah tua, cemerlang, tak berbau, dan tak ada lendir.
  3. Lendir:
    Terdapat lendir alami menutupi ikan yang baunya khas menurut jenis ikan
    dan rupa lendir cemerlang seperti lendir ikan hidup.
  4. Kulit
    Cemerlang, belum pudar, warna asli kontras.
  5. Sisik
    Melekat kuat, mengkilat dengan warna khusus tertutup lendir jernih.
  6. Daging
    Sayatan daging cerah dan elastis, bila ditekan tak ada bekas jari.
  7. Rongga
    Perut : Bersih dan bebas dari bau yang menusuk, selaput utuh.
  8. Darah
    Darah sepanjang tulang belakang segar merah dan konsistensi normal.
  9. Sayatan
    Bila ikan dibelah daging melekat kuat pada tulang terutama pada
    rusuknya.
  10. Tulang :
    Tulang belakang berwarna abu-abu mengkilap.
  11. Bau :
    Segar, tidak ada bau yang pesing (tidak enak).
  12. Kondisi
    Bebas dari parasit apapun tanpa luka atau kerusakan pada badan ikan.

Berikut merupahan salah satu analisis untuk menguji tingkat kesegaran pada ikan dan produk ikan :

1.3       Analisis Kerja

a. Total Volatile Base

Ikan => Penghalusan => Penambahan TCA 5% => Penyentrifusan => Penyaringan => Filtrat => Penambahan NaOH 2 M => Penambahan HCl 0,01 M => Penambahan beberapa tetes fenol merah => Penitrasian dengan NaOH 0,01 M => Penghitungan TVBN (Larutan A)

b. Trimetilamin

Metode kerja pada analisis trietilamin adalah :

Pengekstrak sampel dengan TCA yang kemudian filtrat distilasi dgn NaOH 2M dan pendestilat ditangkap dgn HCl 0,01M kemudian pemitrasian destilat dgnNaOH 0,01 M.

Berikut merupakan skema kerja dari analisis trietilamin :

Larutan A (Hasil dari analisis TVB) => Penambahan 1 ml formaldehid 16 % => Pengocokan => Penitrasian dengan NaOH 0,01 M => Penghitungan TMA => Hasil


BAB III

PENUTUP


3.1       Kesimpulan

3.1.1.   Trimetilamina adalah senyawa organik dengan rumus N (CH3)3. Senyawa ini tak berwarna, higroskopik, dan mudah terbakar dimana amina tersier memiliki bau “kuat amis”.

3.1.2    Total volatile bases (TVB) atau disebut juga basa yang mudah menguap terbentuk dalam otot jaringan ikan yang sebagian besar terdiri dari amonia, trimethylamine (TMA) dan dimethylamine (DMA) yang kadarnya berbeda-beda antara jenis ikan bahkan dalam suatu jenis ikan yang sama.

3.1.3    TVB digunakan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kesegaran ikan dan
sebagai batasan yang layak untuk dikonsumsi.

DAFTAR PUSTAKA


Alasalvar, C.  and T. Taylor.  2002.  Seafood Quality, Technology and Association of Official Analytical Chemist (AOAC). 1984. Official Methods of Analysis. 14th Edition. Washington DC.

Erika K.R dan Brimelow, C.J.B. 2001. Instrumentation and Sensors for the Food Industry. Second Edition. Boca Raton, Florida: CRC Press LLC.

Hadiwiyanto.  1993. Teknik Handling dan Packing Komoditi  Perikanan Darat. Bogor: IPB Press.

Ilyas, S. 1983. Teknologi Refrigerasi Hasil Perikanan, jilid 1. Teknik Pendinginan Ikan .Jakarta: CV Paripurna.

Jaya, I. dan Rahmat, A. 2004. Pengembangan Teknologi Alat Deteksi Kesegaran Ikan dengan Pendekatan Akustik.  [Laporan].  Hibah Bersaing Perguruan Tinggi, IPB.

Junianto. 2003. Teknik Penanganan Ikan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Soekarto, S.T.1990.  Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian.  Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

TEORI MEDAN KRISTAL

SEJARAH SINGKAT CFT

Dikembangkan oleh fisikawan Hans Bethe (1929) dan John Hasbrouck Van Vleck (1931-1935) pada tahun 1930-an, tetapi baru berkembang pada tahun 1951. Sebab-sebab timbulnya teori ini, karena teori ikatan valensi mempunyai beberapa kelemahan, seperti:

1. Terdapatnya warna-warna dalam senyawa kompleks tidak dapat diterangkan dengan teori ini.

2. Ion Ni2+, Pd2+, Pt2+ dan Au2+, yang biasanya membentuk kompleks planar segi empat dapat membentuk kompleks tetrahedral atau kompleks dengan bilangan koordinasi 5.

3. Adanya beberapa kompleks yang memilih membentuk outer orbital komplex.

4. Teori ikatan valensi tidak dapat menjelaskan terjadinya spektra elektronik.

5. Keterangan tentang terjadinya kompleks planar segi empat dari [Cu(N3)4]2+.

6. Perbedaan antara kompleks ionik dan komplek kovalen. CFT berhasil menjelaskan beberapa sifat-sifat magnetik, warna, entalpi hidrasi, dan struktur spinel senyawa kompleks dari logam transisi, namun ia tidak ditujukan untuk menjelaskan ikatan kimia.

CFT mempunyai kekurangan yaitu tidak bisa menjelaskan adanya ikatan kovalen π dan . Oleh karena itu CFT pada akhirnya digabungkan dengan teori orbital molekul, membentuk teori ligan medan yang lebih akurat dan menjelaskan proses ikatan kimia pada senyawa kompleks logam transisi.

PENGERTIAN Teori medan kristal (Crystal Field Theory),

Disingkat CFT, adalah sebuah model yang menjelaskan struktur elektronik dari senyawa logam transisi yang semuanya dikategorikan sebagai kompleks koordinasi. Menurut teori ini ikatan antara ion pusat dan ligand didasarkan atas gaya tarik elektrostatik dan mengabaikan ikatan kovalen. Medan listrik dari ion pusat akan mempengaruhi ligand-ligand sekelilingnya, sedang medan gabungan dari ligand-ligand akan mempengaruhi elektron-elektron dari ion pusat. Pengaruh ligan ini terutama mengenai elektron d dari pusat dan seperti kita ketehui ion kompleks dari logam-logam transisi. Pengaruh ligand tergantung dari jenisnya, terutama pada kekuatan medan listrik dan kedudukan geometri ligand-ligand dalam kompleks.

PENJABARAN

Didalam ion bebas kelima orbital d bersifat degenerate artinya mempunyai energi yang sama dan elektron dalam orbital ini selalu memenuhi hukum multiplicity yang maksimal. Teori medan kristal terutama membicarakan pengaruh dari ligand yang tersusun secara berbeda-beda disekitar ion pusat terhadap energi dari orbital d. Pembagian orbital d menjadi dua golongan yaitu orbital eg (dj) dan orbital t2g (de) mempunyai arti penting dalam hal pengaruh ligand terhadap orbital-orbital tersebut. Ketika ligan mendekati ion logam, elektron dari ligan akan berdekatan dengan beberapa orbital-d logam dan menjauhi yang lainnya, menyebabkan hilangnya kedegeneratan (degeneracy). Elektron dari orbital-d dan dari ligan akan saling tolak menolak. Oleh karena itu, elektron-d yang berdekatan dengan ligan akan memiliki energi yang lebih besar dari pada electron orbital d yang berjauhan dengan ligan, menyebabkan pemisahan energi orbital-d. Hal ini menyebabkan, Orbital eg membentuk duplet berenergi lebih tinggi dan orbital t2g membentuk triplet berenergi lebih rendah. Perbedaan energi ini dinyatakan sebagai Δ. Pemisahan energy orbital d tadi, dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut: • sifat-sifat ion logam. keadaaan oksidasi logam. Keadaan oksidasi yang lebih besar menyebabkan pemisahan yang lebih besar. • susunan ligan disekitar ion logam. sifat-sifat ligan yang mengelilingi ion logam. Efek ligan yang lebih kuat akan menyebabkan perbedaan energi yang lebih besar antara orbital 3d yang berenergi tinggi dengan yang berenergi rendah. Sebagai contoh : Struktur kompleks yang paling umum adalah oktahedon; dalam struktur ini, enam ligan membentuk oktahedron di sekitar ion logam. Pada simetri oktahedron, orbital-d akan berpisah menjadi dua kelompok energi dengan perbedaan energi Δoct. Orbital dxy, dxz dan dyz akan memiliki energi yang lebih rendah daripada orbital dz2 and dx2-y2. Hal ini dikarenakan orbital dxy, dxz dan dyz memiliki posisi yang lebih jauh dari ligan-ligan, sehingga mendapatkan gaya tolak yang lebih kecil. Kompleks tetrahedron juga merupakan struktur yang umum; dalam struktur ini, empat ligan membentuk tetrahedron disekitar ion logam. Dalam pemisahan medan kristal tetrahedron, orbital-d kembail berpisah menjadi dua kelompok dengan perbedaan energi Δtet. Orbital dz2 dan dx2-y2 akan memiliki energi orbital yang lebih rendah, dan dxy, dxz dan dyz akan memiliki energi orbital yang lebih tinggi. Hal bertolak belakang dengan struktur oktahedron. Selain itu, dikarenakan elektron ligan pada simetri tetrahedal tidaklah berorientasi pada orbital-orbital-d, pemisahan energi akan lebih kecil daripada pemisahan energi oktaherdal. Struktur geometri datar persegi juga dapat dideskripsikan oleh CFT.

1. DERET SPEKTROKIMIA Besarnya perbedaan energi Δ antara dua kelompok orbital tergantung pada beberapa faktor, seperti sifat-sifat ligan dan struktur geometri kompleks. Beberapa ligan selalu menghasilkan nilai Δ yang kecil, sedangkan beberapa lainnya akan selalu menghasilkan nilai yang lebih besar. Alasan di balik perbedaan ini dapat dijelaskan dengan teori medan ligan. Deret spektrokimia adalah daftar-daftar ligan yang disusun berdasarkan perbedaan energi Δ yang dihasilkan. I− <> [NbL6]4+ > [TaL6]4+ Pada ion V4+ digunakan orbital 3d, sedangkan pada Nb4+ digunakan orbital 4d.

2. SPIN TINGGI dan SPIN RENDAH

a. Diagram medan kristal [Fe(NO2)6]3− Ligan-ligan yang menyebabkan Δ pemisahan orbital-d yang lebih besar disebut sebagai ligan-ligan medan kuat, seperti CN− dan CO. Senyawa kompleks yang memiliki ligan medan kuat tidak akan menempatkan elektron-elektronnya ke orbital yang berenergi tinggi. Hal ini sesuai dengan asas Aufbau. Kompleks yang demikian disebut sebagai “spin-rendah”. Sebagai contoh, NO2− yang merupakan ligan medan kuat, menghasilkan Δ yang besar. Ion oktahedron [Fe(NO2)6]3− yang memiliki 5 electron-d akan memiliki diagram pemisahan oktahedron yang kelima elektronnya berada di aras t2g.

b. Diagram medan kristal [FeBr6]3− Sebaliknya, ligan-ligan (seperti I− dan Br−) yang menghasilkan Δ orbital-d yang kecil disebut ligan medan lemah. Dalam kasus ini, adalah lebih mudah menempatkan elektron di aras energi orbital yang lebih tinggi daripada menempatkan dua elektron pada orbital yang sama. Ini dikarenakan gaya tolak antar dua elektron lebih besar daripada Δ. Oleh karena itu, masing-masing elektron akan ditempatkan pada setiap orbital-d terlebih dahulu sebelum dipasangkan. Hal ini sesuai dengan kaidah Hund dan menghasilan kompleks “spin-tinggi”. Sebagai contoh, Br− adalah ligan medan lemah dan menghasilkan Δoct yang lebih kecil. Makan, ion [FeBr6]3−, yang juga memiliki 5 elektron-d, akan memiliki diagaram pemisahan elektron yang kelima orbitalnya dipenuhi secara tunggal. Agar pemisahan spin rendah terjadi, energi yang dibutuhkan untuk menempatkan elektron ke orbital yang sudah berlektron tunggal harus lebih kecil dari energi yang dibutuhkan untuk menempatkan elektron tambahan ke orbital eg sebesar Δ. Jika energi yang diperlukan untuk memasangkan dua elektron lebih besar dari menempatkan satu elektron di orbital eg, pemisahan spin tinggi akan terjadi. Energi pemisahan medan kristal untuk kompleks logam tetrahedron (empat ligan), Δtet, kira-kira sama dengan 4/9Δoct. Oleh karena itu, energi yang diperlukan untuk memasangkan dua elektron biasanya lebih besar dari energi yang diperlukan untuk menempatkan elektron di orbital yang berenergi lebih tinggi. Sehingga, kompleks tetrahedron biasanya merupakan spin-tinggi. Diagram pemisahan ini dapat membantu kita dalam memprediksikan sifat-sifat magnetik dari senyawa koordinasi. Senyawa yang memiliki elektron yang takberpasangan pada diagram pemisahannya bersifat paramagnetik dan akan ditarik oleh medan magnet. Sedangkan senyawa yang tidak memiliki elektron takberpasangan pada diagram pemisahannya bersifat diamagnetik dan akan ditolak oleh medan magnet.

3. ENERGI STABILISASI MEDAN KRISTAL Energi stabilisasi medan kristal (Bahasa Inggris:crystal field stabilization energy), disingkat CFSE, adalah stabilitas yang dihasilkan dari penempatan ion logam pada medan kristak yang dibentuk oleh sekelompok ligan-ligan. Ia muncul karena ketika orbital-d terpisah pada medan ligan, beberapa dari orbital itu akan memiliki energi yang lebih rendah. Sebagai contoh, pada kasus oktahedron, kelompok orbital t2g memiliki energi yang lebih rendah dari energi orbital pada sentroid. Sehingga, jika terdapat sembarang elektron yang menempati orbital-orbital ini, ion logam akan menjadi lebih stabil pada medan ligan relatif terhadap sentroid dengan nilai yang dikenal sebagai CFSE. Sebaliknya, orbital-orbital eg (pada kasus oktaheral) memiliki energi yang lebih tinggi daripada sentroid, sehingga menempatkan elektron pada orbital tersebut menurunkan CFSE. Contoh :Energi stabilisasi medan kristal oktahedron Jika pemisahan orbital-d pada medan oktahedron adalan Δoct, tiga orbital t2g distabilkan relatif terhadap sentroid sebesar 2/5 Δoct, dan orbital-orbital eg didestabilkan sebesar 3/5 Δoct. Stabilisasi medan kristal dapat digunakan dalam menjelaskan geometri kompleks logam transisi. Alasan mengapa banyak kompleks d8 memiliki geometri datar persegi adalah karena banyaknya stabilisasi medan kristal yang dihasilkan struktur geometri ini dengan jumlah elektron 8.

4. WARNA KOMPLEKS LOGAM TRANSISI Warna-warna cerah yang terlihat pada kebanyakan senyawa koordinasi dapat dijelaskan dengan teori medan kristal ini. Jika orbital-d dari sebuah kompleks berpisah menjadi dua kelompok seperti yang dijelaskan di atas, maka ketika molekul tersebut menyerap foton dari cahaya tampak, satu atau lebih elektron yang berada dalam orbital tersebut akan meloncat dari orbital-d yang berenergi lebih rendah ke orbital-d yang berenergi lebih tinggi, menghasilkan keadaam atom yang tereksitasi. Perbedaan energi antara atom yang berada dalam keadaan dasar dengan yang berada dalam keadaan tereksitasi sama dengan energi foton yang diserap dan berbanding terbalik dengan gelombang cahaya. Karena hanya gelombang-gelombang cahaya (λ) tertentu saja yang dapat diserap (gelombang yang memiliki energi sama dengan energi eksitasi), senyawa-senyawa tersebut akan memperlihatkan warna komplementer (gelombang cahaya yang tidak terserap). Seperti yang dijelaskan di atas, ligan-ligan yang berbeda akan menghasilkan medan kristal yang energinya berbeda-beda pula, sehingga kita bisa melihat warna-warna yang bervariasi. Untuk sebuah ion logam, medan ligan yang lebih lemah akan membentuk kompleks yang Δ-nya bernilai rendah, sehingga akan menyerap cahaya dengan λ yang lebih panjang dan merendahkan frekuensi ν. Sebaliknya medan ligan yang lebih kuat akan menghasilkan Δ yang lebih besar, menyerap λ yang lebih pendek, dan meningkatkan ν. Sangtalah jarang energi foton yang terserap akan sama persis dengan perbedaan energi Δ; terdapat beberapa faktor-faktor lain seperti tolakan elektron dan efek Jahn-Teller yang akan mempengaruhi perbedaan energi antara keadaan dasar dengan keadaan tereksitasi.

5. WARNA-WARNA YANG TERLIHAT

a. Roda warna

Roda warna mendemonstrasikan warna senyawa yang akan terlihat jika ia hanya menyerap satu gelombang cahaya. Sebagai contoh, jika senyawa tersebut menyerap warna merah, maka ia akan tampak hijau. λ warna diserap warna terpantau 400nm Ungu Hijau-kuning(λ 560nm) 450nm Biru Kuning (λ 600nm) 490nm Biru-hijau Merah (λ 620nm) 570nm Kuning-hijau Ungu terpantau (λ 410nm) 580nm Kuning Biru tua (λ 430nm) 600nm Jingga Biru (λ 450nm) 650nm Merah Hijau (λ 520nm)

ref..

Pelatihan Blog Rame-Rame

huaiiiiiii pagi-pagi yang SMANGAT yang MANTAB.. =)

iseng-iseng ikut pelatihan blok di kampus yang bekerja sama dengan komunitas blogger semarang,, ternyata bukan iseng-iseng mengisi liburan makcuiii..  hahaha..

dasyad ma men perjalanan pagi ini,,

di awali dengan bangun kesiangan , “teler abis begadang ngejurnal sama laporan..” [ini semua krna tidur lagi abis sholat shubuh,, huffttt =(, payah ],, kemudian di susul gangguan jilbab yang belum di setrika, sampa pintu gerbang pager kosan yang masih kekunci, alhasil nyari-nyari ibu kos kesana kemari..

sampe di luarrrrrrr… “eeeeeeeeeeeeeengggggggggg….. iiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnngggggggggg… eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnggg”,, shock terkejut kaget. fiuuuuhhh ternyata GWnya kepagiaaannn apa emang kesiangann apa emang suasana liburan ya..

bayangkan “jalanan Sepiiiii ma men”..

mau k kampus binggung, g ada apa-apa (angkot).. alhasil brusaha nunggu angkot lewat di depan gerbang kampus yang dalem, slama 10 menit yg tak kunjung datang..

AAARRRRGGGGHHHHTTTTTT…!!!! masa jalaaannn,, gak mungkiiiiiinnn..!!!!

hampir putis asa deh pelan-pelan jalan,, eeehhhh tiba ada suara yg memanggil namakuuu “Anggun..!”

ahhaaaa setelah menoleeeh ternyata si pitakkk..

“alhamdulillah..”

tanpa ragu dan tanpa sesal “pitaaak tebengin gw dooonk sampe kampuuussss”

untung pitak g nolak,, alhasill sampe deh d kampussss..

hahahahaha bahagiaaaa sangadh..

alhamdulillahnya lagi aku gak telat datengnya, malah kepagiaaannn..

top markotop deh nikmat banget,, adaa aja kemudahannya..

makasih ya Allah.. =)

seneng.. seneng.. seneng..

tapiiii pulangnya naik apa yaaaa????..

hahahaha tau deh,, masih banyak jalan menuju roma kata pepatah..

ga ada rotan akarpun jadii..

hmmh kalo g ada si pitak,, yaaa cari pitak-pitak lain untuk minta tolong d tebenginnn.. uupppss maksudnya temen.. hihihihihhiiii.. ^_^

Ikatan Antarmolekul – Ikatan Hidrogen

Gaya antarmolekul yang relatif kuat digambarkan dengan ikatan hidrogen.

Asal mula ikatan hidrogen

Molekul-molekul yang memiliki kelebihan ikatan adalah:

Catatan: Garis yang tebal menunjukkan ikatan berada pada bidang atau pada kertas. Ikatan putus-putus mengarah ke belakang bidang atau kertas berarti menjauh dari kamu, dan bentuk baji (wedge-shaped) mengarah ke arah kamu.

Harus diperhatikan bahwa tiap molekul tersebut:

  • Hidrogen tertarik secara langsung pada salah satu yang unsur yang paling elektronegatif, menyababkan hidrogen memperoleh jumlah muatan positif yang signifikan
  • Tiap-tiap unsur yang mana hidrogen tertarik padanya tidak hanya negatif secara signifikan, tetapi juga memiliki satu-satunya pasangan mandiri yang “aktif”.Pasangan mandiri pada tingkat-2 memiliki elektron yang dikandungnya pada volume ruang yang relatif kecil yang mana memiliki densitas yang tinggi muatan negatif. Pasangan mandiri pada tingkat yang lebih tinggi lebih tersebar dan tidak terlalu atraktif pada sesuatu yang positif.

Mempertimbangkan dua molekul air yang datang bersamaan.

Hidrogen + tertarik dengan kuat pada pasangan mendiri yang mana hampir sama jika kamu memulai untuk membentuk ikatan koordinasi (kovalen dativ). Hal ini tidak terjadi sejauh itu, tetapi dayatarik lebih kuat dibandingkan dayatarik dipol-dipol yang biasa.

Ikatan hidrogen memiliki kekuatan sepersepuluh rata-rata ikatan kovalen, dan secara konstan diputushubungkan pada molekul air. Jika kamu mengibaratkan ikatan kovalen antara oksigen dan hidrogen sebagai hubungan pernikahan yang stabil, ikatan hidrogen hanya berstatus “teman yang baik”. Pada skala yang sama, dayatarik van der Waals hanya menunjukkan perkenalan belaka!

Air sebagai contoh “sempurna” ikatan hidrogen

Harus diperhatikan bahwa tiap molekul air dapat berpotensi membentuk empat ikatan hidrogen dengan molekul air disekelilingnya. Terdapat jumlah hidrogen + yang pasti dan pasangan mandiri karena itu tiap masing-masing molekul air dapat terlibat dalam ikatan hidrogen.

Hal inilah yang menjadi sebab kenapa titik didih air lebih tinggi dibandingkan amonia atau hidrogen fluorida. Pada kasus amonia, jumlah ikatan hidrogen dibatasi oleh fakta bahwa tiap atom nitrogen hanya mempunyai satu pasang elektron mandiri. Pada golongan molekul amonia, tidak terdapat cukup pasangan mandiri untuk mengelilinginya untuk memuaskan semua hidrogen.

Pada hidrogen fluorida, masalah yang muncul adalah kekurangan hidrogen. Pada molekul air, hal itu terpenuhi dengan baik. Air dapat digambarkan sebagai sistem ikatan hidrogen yang “sempurna”.

Contoh yang lebih kompleks dari ikatan hidrogen

Hidrasi ion negatif

Ketika sebuah substansi ionik dialrutkan dalam air, molekul air berkelompok disekeliling ion yang terpisah. Proses ini disebut hidrasi.

Air seringkali terikat pada ion positif melalui ikatan koordinasi (kovalen dativ). Air berikatan dengan ion negatif menggunakan ikatan hidrogen

Diagram menunjukkan potensi terbentuknya ikatan hidrogen pada ion klorida, Cl. Meskipun pasangan mandiri pada ion klor terletak pada tingkat-3 dan secara normal tidak akan cukup aktif utnuk membentuk ikatan hidrogen, pada kasus ini mereka terbentuk lebih atraktif melalui muatan negatif penuh pada klor.

Meskipun ion negatif rumit, hal itu akan selalu menjadi pasangan mandiri yang mana atom hidrogen dari molekul air dapat membentuk ikatan hidrogen juga.

Ikatan hidrogen pada alkohol

Alkohol adalah molekul organik yang mengandung gugus -O-H.

Setiap molekul yang memiliki atom hidrogen tertarik secara langsung ke oksigen atau nitrogen adalah ikatan hidrogen yang cakap. Seperti molekul yang akan selalu memiliki titik didih yang tinggi dibandingkan molekul yang berukuran hampir sama yang mengandung gugus -O-H atau -N-H. Ikatan hidrogen membuat molekul lebih melekat (stickier), dan memerlukan lebih banyak energi kalor untuk memisahkannya.

Etanol, CH3CH2-O-H, dan metoksimetana, CH3-O-CH3, keduanya memiliki rumus molekul yang sama, C2H6O.

Keduanya memiliki jumlah elektron yang sama, dan panjang molekul yang sama. Dayatarik van der Waals (baik antara gaya dispersi dan dayatarik dipol-dipol) pada keduanya akan sama.

Bagaimanapun, etanol memiliki atom hirogen yang tertarik secara langsung pada oksigen – dan oksigen tersebut masih memiliki dua pasangan mandiri seperti pada molekul air. Ikatan hidrigen dapat terjadi antara molekul etanol, meskipun tidak seefektif pada air. Ikatan hidrogen terbatas oleh fakta bahwa hanya ada satu atom hidrogen pada tiap molekul etanol dengan cukup muatan +.

Pada metoksimetana, pasangan mandiri pada oksigen masih terdapat disana, tetapi hidrogen tidak cukup + untuk pembentukan ikatan hidrogen. Kecuali pada beberapa kasus yang tidak biasa, atom hidrogen tertarik secara langsung pada atom yang sangat elektronegatif untuk menjadikan ikatan hidrogen.

Titik didih etanol dan metoksimetana menunjukkan pengaruh yang dramatis bahwa ikatan hidrogen lebih melekat pada molekul etanol:

etanol (dengan ikatan hidrogen) 78.5°C
metiksimetana (tanpa ikatan hidrogen) -24.8°C

Ikatan hidrogen pada etanol menghasilkan titik didih sekitar 100°C.

Sangat penting untuk merealisasikan bahwa ikatan hidrogen eksis pada penambahan (in addition) dayatarik van der Waals. Sebagai contoh, semua molekul berikut ini mengandung jumlah elektron yang sama, dan dua yang pertama memiliki panjang yang sama. Titik didih yang paling tinggi butan-1-ol berdasarkan pada penambahan ikatan hidrogen.

Dengan membandingkan dua alkohol (yang mengandung gugus -O-H), kedua titik didih adalah tinggi karena penambahan ikatan hidrogen berdasarkan pada tertariknya hidrogen secara langsung pada oksigen ? tetapi sebenarnya tidak sama.

Titik didih 2-metilproan-1-ol tidak cukup tinggi seperti butan-1-ol karena percabangan pada molekul menjadikan dayatarik van der Waals kurang efektif dibandingkan pada butan-1-ol yang lebih panjang.

Ikatan hidrogen pada molekul organik yang mengandung nitrogen

Ikatan hidrogen juga terjadi pada molekul organik yang mengandung gugus N-H – pendeknya terjadi juga ada amonia. Contohnya adalah molekul sederhana seperti CH3NH2 (metilamin) sampai molekul yang panjang seperti protein dan DNA.

Dua untai double helix yang terkenal pada DNA berikatan satu sama lain melalui ikatan hidrogen antara atom hidrogen yang tertarik oleh nitrogen pada salah satu untai, dan pasangan mandiri pada nitrogen atau oksigen yang lain yang terletai pada untaian yang lain.

from this.

mempercepat koneksi internet

<h2>Mempercepat Koneksi Internet Dengan DNSSpeeder</h2>
<p><img src=”http://softmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/internet-speed.jpg&#8221; alt=”” width=”150″ height=”151″ />Sebenarnya banyak cara yang dapat anda lakukan untuk <strong>mempercepat koneksi <a title=”internet” href=”http://softmagz.com/category/internet.html”>internet</a></strong&gt; anda, baik menggunakan<em> tools</em> ataupun memaksimalkan <em>settings default</em>  pada browser atau OS yang anda gunakan.</p>
<p>Untuk <a title=”tips” href=”http://softmagz.com/category/tips-trick.html”>tips</a&gt; kali ini, saya akan memberikan sedikit tips bagaimana <strong>meningatkan kecepatan koneksi internet</strong> anda dengan  <strong>DNSSpeeder</strong>. </p>
<p>DNSSpeeder adalah software gratis (Free Software) yang diposisikan menjadi DNS Proxy. Detail cara kerja dari DNSSpeeder adalah memposisiskan dirinya menjadi DNS Proxy yang selanjutnya membaca IP Address dari domain yang sedang anda buka lalu DNSSpeeder akan menyesuaikannya dengan yang ada dalam <a title=”komputer” href=”http://softmagz.com/”>komputer</a&gt; anda. Jika DNSSpeeder tidak menemukan cache dalam komputer anda, maka IP Address dari domain tersebut akan dikirimkan ke beberapa server DNS yang ada, hasil cache tersebut akan dikirimkan kembali ke komputer anda sebagai <em>client</em> nya. Dengan cara kerja di atas, akan membuat proses membuka halaman website akan lebih cepat.</p>
<p>Jika anda hendak menambahkan DNS lain, anda dapat melakukannya dengan menekan tombol insert di bagian kiri atas DNSSpeeder. Contoh anda dapat menggunakan DNS dari OpenDNS yang memiliki IP Address 208.67.222.222 dan 208.67.220.220.</p>
<p><img src=”http://softmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/DNSSpeeder.jpg&#8221; alt=”” width=”400″ height=”376″ /></p>
<p>DNSSpeeder tidak memerlukan proses installasi, untuk meggunakannya anda cukup meng klik 2 kali file DNSSpeeder.exe yang ada pada file yang telah anda download. Agar setiap kali komputer anda dihidupkan DNSSpeeder bisa langsung berjalan, centang pilihan Start at login.</p>
<p>Download DNSSpeeder</p>
<div style=”width: 100%; background: #d8d8d8; border: 1px solid #222222; padding: 5px 5px 5px 5px;”>Artikel <a href=”http://softmagz.com/mempercepat-koneksi-internet-dnsspeeder.html”>Mempercepat Koneksi Internet Dengan DNSSpeeder</a> ini pertama kali ditulis oleh Drajat A Ghozali di blog <a href=”http://softmagz.com&#8221; title=”Majalah Komputer Online”>Majalah Komputer Online</a>. Artikel ini bebas untuk didistribusikan ulang untuk kepentingan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah isi.</div>

<h2>Mempercepat Koneksi Internet Dengan DNSSpeeder</h2><p><img src=”http://softmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/internet-speed.jpg&#8221; alt=”” width=”150″ height=”151″ />Sebenarnya banyak cara yang dapat anda lakukan untuk <strong>mempercepat koneksi <a title=”internet” href=”http://softmagz.com/category/internet.html”>internet</a></strong&gt; anda, baik menggunakan<em> tools</em> ataupun memaksimalkan <em>settings default</em>  pada browser atau OS yang anda gunakan.</p><p>Untuk <a title=”tips” href=”http://softmagz.com/category/tips-trick.html”>tips</a&gt; kali ini, saya akan memberikan sedikit tips bagaimana <strong>meningatkan kecepatan koneksi internet</strong> anda dengan  <strong>DNSSpeeder</strong>. </p><p>DNSSpeeder adalah software gratis (Free Software) yang diposisikan menjadi DNS Proxy. Detail cara kerja dari DNSSpeeder adalah memposisiskan dirinya menjadi DNS Proxy yang selanjutnya membaca IP Address dari domain yang sedang anda buka lalu DNSSpeeder akan menyesuaikannya dengan yang ada dalam <a title=”komputer” href=”http://softmagz.com/”>komputer</a&gt; anda. Jika DNSSpeeder tidak menemukan cache dalam komputer anda, maka IP Address dari domain tersebut akan dikirimkan ke beberapa server DNS yang ada, hasil cache tersebut akan dikirimkan kembali ke komputer anda sebagai <em>client</em> nya. Dengan cara kerja di atas, akan membuat proses membuka halaman website akan lebih cepat.</p><p>Jika anda hendak menambahkan DNS lain, anda dapat melakukannya dengan menekan tombol insert di bagian kiri atas DNSSpeeder. Contoh anda dapat menggunakan DNS dari OpenDNS yang memiliki IP Address 208.67.222.222 dan 208.67.220.220.</p><p><img src=”http://softmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/DNSSpeeder.jpg&#8221; alt=”” width=”400″ height=”376″ /></p><p>DNSSpeeder tidak memerlukan proses installasi, untuk meggunakannya anda cukup meng klik 2 kali file DNSSpeeder.exe yang ada pada file yang telah anda download. Agar setiap kali komputer anda dihidupkan DNSSpeeder bisa langsung berjalan, centang pilihan Start at login.</p><p>Download DNSSpeeder</p><div style=”width: 100%; background: #d8d8d8; border: 1px solid #222222; padding: 5px 5px 5px 5px;”>Artikel <a href=”http://softmagz.com/mempercepat-koneksi-internet-dnsspeeder.html”>Mempercepat Koneksi Internet Dengan DNSSpeeder</a> ini pertama kali ditulis oleh Drajat A Ghozali di blog <a href=”http://softmagz.com&#8221; title=”Majalah Komputer Online”>Majalah Komputer Online</a>. Artikel ini bebas untuk didistribusikan ulang untuk kepentingan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah isi.</div>

sumber dari sini

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!